Otakmu tidak pernah berhenti. Bahkan saat kamu memohon padanya.
Kamu hidup di dalam kepalamu lebih dari di dunia nyata. Setiap percakapan memicu 14 pikiran menyimpang. Kamu mempertanyakan segalanya — bukan untuk menyulitkan, tapi karena menerima hal-hal begitu saja terasa malas secara intelektual. Kamu adalah teman yang menghilang selama 3 hari lalu mengirim SMS jam 4 pagi tentang fisika kuantum. Jenius? Tentu. Tersedia secara emosional? Tanya lagi nanti.
Ambil bacaanmu — gratis di iPhoneotakmu tidak pernah mati dan bagian terburuknya adalah kamu tidak menginginkannya — karena keheningan di balik pemikiran itu menakutkan.