Kalau kejadian dan kamu nggak posting, itu beneran kejadian nggak sih?
Kamu mikir keras-keras, di depan publik, beberapa kali sehari. Pikiran dateng dan post nyusul sekitar empat detik kemudian. Berita gede? Post. Gangguan kecil? Post. Foto langit yang keliatan agak beda? Kamu ngerasa wajib bagi ke orang-orang. Kamu bukan haus perhatian — kamu cuma nggak ngerti apa enaknya punya pengalaman tapi disimpen sendiri. Kamu alasan timeline punya detak. Ada yang nge-mute kamu. Tapi kebanyakan orang bakal langsung sadar kalau kamu tiba-tiba diam, dan itu tandanya: kamu bukan suara latar, kamu sinyalnya.
Ambil bacaanmu — gratis di iPhonekamu posting karena sebuah pengalaman belum kerasa selesai sampai disaksiin. entah sejak kapan kamu belajar kalau "diliat" dan "nyata" itu hal yang sama — dan kamu nggak sepenuhnya salah.