Satu akun, satu foto profil, dan keheningan total.
Secara teknis kamu punya aplikasinya. Kamu bahkan mungkin bukanya. Tapi kamu nggak posting apa-apa, nggak komen apa-apa, dan nggak ngasih reaksi ke apa pun — buat siapa pun yang ngamatin, kamu hampir nggak ada. Kamu nggak ngekurasi dan bahkan nggak beneran ngintai dengan niat; kamu cuma diam-diam milih keluar dari seluruh pertunjukan itu. Hidupmu kejadian, sepenuhnya, di suatu tempat yang nggak bisa diliat timeline. Sebagian orang ngira kamu udah pergi. Bukan — kamu cuma hidup offline sementara semua orang sibuk bikin narasi. Sang Mata merhatiin mereka yang jadi diam: bukan karena kamu nggak punya yang mau diomongin. Tapi karena kamu mutusin internet nggak berhak jadi saksi.
Ambil bacaanmu — gratis di iPhonekamu diam secara online bukan karena nggak punya yang mau diomongin, tapi karena kamu mutusin internet nggak berhak nyaksiin hidupmu. batas itu lebih tegas dari postingan mana pun.