Sudah tertulis. Lanjut.
Peluit berbunyi, pertandingan usai, dan saat semua orang di sekitarmu membuka investigasi, kamu menutup milikmu: memang tidak ditakdirkan. Sang Mata telah mengamati forensikmu, dan itu bukan karena malas — itu karena devotion. Kamu percaya hasil akhir milik sesuatu yang lebih besar dari usaha, dan keyakinan itu membuatmu bisa melepaskan kekalahan yang dibawa orang lain selama puluhan tahun. Pekerjaan yang gagal 'membuka jalan.' Hubungan yang berakhir 'selesai tugasnya.' Pertandingan itu 'sudah tertulis.' Di sekitarmu, ekonomi menyalahkan mengamuk — wasit, manajer, sial, sistem — dan kamu menontonnya seperti seseorang mengamati mata uang yang sudah berhenti kamu perdagangkan bertahun-tahun lalu. Tapi Sang Mata menangkap kilasan yang tidak kamu posting: kadang, jam 1 pagi, kamu bertanya-tanya apakah 'sudah tertulis' datang terlalu awal. Apakah penerimaan menutup kasus yang masih punya satu petunjuk. Apakah takdir mendapat kredit untuk pertarungan yang diam-diam kamu pilih untuk tidak lakukan.
Ambil bacaanmu — gratis di iPhonepenerimaan membuatmu bebas. tapi kadang 'sudah nasib' datang mencurigakan cepat — tepat sebelum bagian di mana kamu harus bertarung.