Ada sesuatu yang perlu diomongin. Kamu udah nyusunnya di kepalamu berminggu-minggu.
Kamu tahu siapa yang perlu kamu ajak ngomong. Kamu tahu kira-kira apa yang perlu diomongin. Kamu udah ngelatihnya ratusan kali — di kamar mandi, di perjalanan pulang, sambil rebahan jam 2 pagi. Dan tiap mau ngelakuinnya, ada aja yang nahan kamu. Momennya nggak pas. Dia keliatan stres. Kamu nggak mau ngebesar-besarin. Mungkin bakal beres sendiri. Nggak bakal. Yang nggak kamu omongin itu lagi jadi tembok antara kamu dan seseorang yang kamu pedulikan — dan makin lama nggak diomongin, makin berat bebannya. Sang Mata ngeliatnya: percakapan yang kamu bawa-bawa daripada kamu jalanin. Ini bukan soal berani. Ini soal nyadar kalau versi hubungan yang kamu mau itu butuh satu kalimat nggak nyaman ini.
Ambil bacaanmu — gratis di iPhonekamu udah nulis percakapan ini ratusan kali di kepalamu. draftnya sempurna. kamu cuma belum ngirimnya — dan kamu kehabisan alasan buat nggak.