Kamu baca tulisan kecilnya. Dua kali.
Skormu masuk kategori risk-averse — dan Sang Mata nggak kaget. Sebelum gerak, kamu petain dulu jalan keluarnya. Sebelum lompat, kamu hitung dulu jatuhnya. Itu bukan penakut; itu arsitektur. Kamu nggak ngehindarin risiko karena takut — kamu ngehindarinnya karena udah mikirinnya dan mutusin hasilnya nggak sebanding sama yang harus kamu pertaruhin. Kamu orang yang punya dana darurat, rencana cadangan, dan rencana cadangan buat rencana cadangan. Orang nyebut kamu hati-hati. Kamu nyebutnya lebih sering bener dari orang-orang yang lompat tanpa ngeliat. Sisi sebaliknya? Kamu kadang ngelewatin jendela karena masih ngitung-ngitung. Tapi kamu juga hampir nggak pernah ngancurin hidupmu gara-gara iseng — dan di dunia yang penuh orang kayak gitu, itu diam-diam kuat banget.
Ambil bacaanmu — gratis di iPhonekamu udah ngitung angkanya dan angkanya bilang nggak. langkah jenius yang diam-diam diremehin semua orang.