Kepala dan hati, ditimbang pelan-pelan, nggak buru-buru komit.
Kamu nggak lebih milih kepala atau hati, dan kamu jelas nggak buru-buru. Kamu biarin logika dan perasaan dua-duanya duduk di meja, dan kamu nunggu sampai keduanya udah ngomong sepenuhnya. Keputusanmu keluar seimbang dan awet karena kamu nolak motong salah satunya. Orang menghormati kalau kamu nggak bisa dipaksa-paksa. Bayangannya: pas kepala dan hatimu dua-duanya dikasih waktu tak terbatas dan bobot yang sama, serinya bisa jalan selamanya — dan "masih mikir" diam-diam bisa jadi tempat keputusan pergi buat nggak pernah kejadian.
Ambil bacaanmu — gratis di iPhonekamu ngasih kepala dan hatimu waktu yang sama dan kesabaran tak terbatas. gitu caramu ngehindarin penyesalan — dan, kadang, gitu caramu ngehindarin keputusan sama sekali.