Kamu membangun tembok yang begitu bagus sehingga kamu lupa ada pintu.
Kemandirian adalah bahasa cintamu. Kamu tidak suka yang menempel, tidak suka yang butuh, tidak suka percakapan 'ini mau ke mana?' Kamu belajar sejak awal bahwa mengandalkan orang lain hanya menyebabkan kekecewaan, jadi kamu menjadi benteng. Mandiri. Tak tersentuh. Masalahnya? Kamu sebenarnya tidak tidak punya perasaan — kamu hanya menguburnya begitu dalam sehingga kamu tidak bisa menemukannya lagi. Saat seseorang mendekat, tubuhmu benar-benar menyuruhmu lari. Kamu menyebutnya 'butuh ruang.' Yang sebenarnya: ketakutan yang berkedok jaket kulit.
Ambil bacaanmu — gratis di iPhonekamu menyebutnya kemandirian. sebenarnya itu hanya kesepian dengan kemasan yang lebih baik.